PERKEMBANGAN ANAK DAN MASALAHNYA

Anak adalah karunia Allah yang tidak dapat dinilai dengan apapun. Ia menjadi tempat curahan kasih sayang orang tua. Namun sejalan dengan bertambahnya usia sang anak, muncul “agenda persoalan” baru yang tiada kunjung habisnya. Ketika beranjak dewasa anak dapat menampakkan wajah manis dan santun, penuh berbakti kepada orang tua, berprestasi di sekolah, bergaul dengan baik dengan lingkungan masyarakatnya, tapi di lain pihak dapat pula sebaliknya. Perilakunya semakin tidak terkendali, bentuk kenakalan berubah menjadi kejahatan, dan orangtua pun selalu cemas memikirkanya. baca selengkapnya klik disini……

PERAN WANITA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK

Seorang ibu mengandung janin (calon anak manusia) dalam rahimnya selama + 9 bulan. Setelah lahir ke dunia ia menyusuinya selama 2 tahun serta mengasuhnya sampai mampu mandiri (+ usia 6-9 tahun), yakni mampu mengurus diri sendiri dan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Inilah aktivitas minimal yang harus dilakukan seorang ibu terhadap anaknya (secara langsung). Dalam keadaan ini berarti seorang ibu memiliki peluang yang besar untuk berperan dalam proses perkembangan seorang anak (minimal 6-9 tahun). Bahkan pada masa awal kehidupan anak ini, peran ibu sangat menentukan kondisi perkembangannya. Dengan demikian, peran ibu sangat besar pengaruhnya dalam proses pendidikan anak, terutama di masa awal perkembangannya. Dan inilah yang menjadi dasar (basic) pada proses pendidikan selanjutnya. baca selengkapnya…..

 

RUMAH TANGGA ISLAMI?

Rasiat Rosululloh SAW

Bagi seorang gadis, saat pernikahan adalah saat dinantikan. Tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa pernikahan adalah peristiwa besar dalam hidup seseorang. Pernikahaan membawa perubahan status, peranan, bahkan perubahan hak dan kewajiban. Tidak heran bila seorang gadis akan memasuki gerbang rumah tangga dengan berbagai rasa berkecamuk didada. Ada haru, was-was, cemas bahagia, juga gelisah. Angannya melambung. Impiannya terenda. Dalam galau ada tanya dihati: akankah kuraih rumah idamanku ? baca selengkapnya…….

WASIAT ROSULULLOH SAW

Rasiat Rosululloh SAW

1. Wanita yang ta’at pada suaminya, semua burung-burung di udara, ikan-ikandi air, malaikat-malaikat di langit , matahari dan bulan semuanya beristighfar baginya, selama mana ia masih ta’at pada suaminya dan diridhoinya.
2. Wanita yang bermasam muka, menyebabkan tersinggung hati suami, maka wanita tersebut dimurkai Allah, sehingga ia bermanis muka dan tersenyum mesra pada suaminya. Baca selengkapnya………

KEJARLAH ILMU WAHAI MUSLIMAH

ALQUR'AN BICARA TENTANG ANAKDr Kamal al-HaIbawi, alim Mesir yang tinggal di Pakistan (saat ini di UK (red)), dalam sebuah ceramahnya pernah mengisahkan pandangan seorang ulama tradisional tatkala ditanya komentarnya tentang peran perempuan dalam Islam: “Perempuan hanya boleh keluar rumah dalam tiga kondisi, pertama keluar dan rahim ibunya saat ia dilahirkan. Kedua, keluar menuju rumah suaminya setelah pernikahan dan ketiga keluar dari rumahnya menuju liang lahat, tempatnya beristirahat untuk selama-lamanya!” Nah… Iho? Landasan apa yang digunakan sehingga ia berpendapat demikian? Apa dalilnya, dari sudut mana ia memandang permasalahan perempuan dalam Islam ? Apa yang melatarbelakangi pernyataan itu muncul?

Mungkin itu serentet pertanyaan yang meluncur dari bibir kita saat mendengar fatwa sang ulama di atas. Tapi masalah peran dan posisi muslimah, khususnya di bidang ilmiyah, dalam gambar kebangkitan Islam yang kian marak dan menjamur memang sebuah misteri yang masih remang-remang. Tak percaya? Coba saja simak urajan di bawah ini . baca selengkapnya……..

AL-QUR’AN BICARA TENTANG ANAK

Rasiat Rosululloh SAWHarta dan anak-anak adalah perhiasaan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS. 18:46)

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. 3:14) baca selengkapnya………..

TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM

tujuan pendidikan islamPendidikan Islam, walaupun mencapai kemajuan dalam bidang sarana, namum kwalitasnya dirasakan belum memenuhi keinginan ummat. Kemerosotan itu disebabkan oleh berbagai faktor, satu diantaranya adalah ketidak fahaman terhadap tujuan Pendidikan Islam. Sebagian pendidik dan lembaga pendidikan berpandangan bahwa tujuan pendidikan adalah menyampaikan ilmu pengetahuan. Akibatnya semua usaha pendidikan hanya ditujuan untuk mentransmisikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik.

Disamping itu terdapat pula anggapan bahwa yang dinamakan Pendidikan Islam adalah pendidikan yang mengajarkan ilmu-ilmu keislaman (syari’ah), sehingga berkembang angapan bahwa ilmu-ilmu selain ilmu keislaman bukanlah merupakan garapan Pendidikan Islam. Akibatnya tujuan lembaga Pendidikan Islam terbatas pada pangajaran ilmu-ilmu syari’ah.

Tulisan ini mencoba mengemukan tujuan Pendidikan Islam agar kesalah pahaman tersebut akan dapat diperbaiki, dan Pendidikan akan dapat berkembang sejalan dengan tujuan hakiki Pendidikan Islam yang sesuai dengan kehendak ajaran Islam.

baca selengkapnya…………..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s